Miskin Dan Kaya

Miskin Bersabar ATAU Kaya Bersyukur..?

Banyak sekali orang orang yang mempertanyakan hal ini.. Mana yang lebih mulia antara orang yang miskin tetapi dia bersabar dari pada orang yang kaya tetapi dia bersyukur..?
Dalam hal ini,, setelah telusur punya telusur,, akhirnya saya mendapatkan berbagai jawaban dari para ulama kita.. Tak dapat kita salahkan karena semuanya memiliki dalil yang menurut mereka benar..
Imam Ahmad mengatakan bahwa yang lebih mulia dari keduanya adalah Orang yang miskin yang bersabar yang lebih mulia.. Berdasarkan salah satu riwayat yang mengatakan bahwa kelak orang miskin akan lebih dahulu masuk surga dibanding orang yang kaya,, yakni dengan jarak setengah hari waktu akhirat atau sekitar 500 tahun.. Hal ini juga dikaitkan dengan firman2 Allah dalam Al Qur’an yang mengutamakan kesabaran.
Namun beberapa imam mengatakan bahwa orang yang kaya yang bersyukur lebih utama,, seperti imam Yusuf Qardhawi dll.. Mereka mengatakan dalil yang mengatakan orang miskin yang lebih mulia itu belumlah suatu dalil yang dapat membuktikan kemutlakannya. Sebab bisa saja orang kaya yang belakangan masuk surga, namun derajat kemuliaannya lebih tinggi daripada orang yang miskin.. Dan juga mereka mengatakan beberapa firman Allah tentang kemuliaan orang yang bersyukur dan beberapa hadits nabi.. Siapa yang akan kita salah dan benarkan..?
Dalam hal ini,, tingkat kemuliaan disisi Allah bukanlah ditimbang dari kaya dan miskin.. Bisa saja orang yang miskin lebih mulia dari yang kaya maupun sebaliknya.. Yang menjadi barometer disisi Allah adalah ketaqwaan dan ‘amal shaleh..
Bagi si miskin,, bersabarlah,, Karena sabar itu menunjukkan dia bersyukur atas apa yang ada padanya saat ini…. Dan bagi si kaya,, bersyukurlah,, karena syukur itu menunjukkan dia bersabar untuk menghindarkan diri dari berfoya foya,, sabar menghadapi gejolak hawa nafsu dan sebagainya… Si miskin mulia karena sabar.. Si kaya mulia karena syukur.. Jadi kedudukan sabar dan syukurlah yang memuliakan si miskin dan si kaya.. Jika si miskin yang sabar yang lebih mulia,, tentu akan mendorong orang2 mukmin yang saleh mengejar kemiskinan,, karena mereka ingin mendapatkan kedudukan yang lebih mulia.. Dan tentulah islam akan sulit berkembang.. Dan jika si kaya yang bersyukur yang lebih mulia,, maka akan sedikit orang yang bersabar dalam kemiskinan karena ingin menjadi orang kaya demi untuk mendapat tingkat yang lebih mulia.. Dan hal ini juga menyebabkan islam rentan akan kehancuran.. Bagi si miskin yang bersabar,, tentulah dia akan lebih banyak berdo’a dan berusaha demi mengharapkan keridhaan dan tambahan rizqi dari Allah SWT, dan itulah nilai tambah baginya.. Dan bagi orang kaya yang bersyukur,, dengan sedekah dan infaqlah menjadi nilai tambah baginya.. Seperti yang kita ketahui,, hati itu separuh buat bersabar dan separuh buat bersyukur.. Artinya,, di dalam sifat sabar mestilah harus bersyukur, dan di dalam sifat syukurpun mestilah selalu diiringi dengan sabar.. Sebab syukur tanpa sabar apa artinya,, sabar tanpa syukurpun akan sia sia.. Jazakumullah..

Jangan Gelap Mata

REMAJA DAN PROBLEMANYA..
””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””Natural Picture [from www.metacafe.com] #43
Para pujangga berkata:
“Berani bercinta,, berani berkorban.. Takut Berkorban,, Jangan Bercinta..
Ya,, Remaja dan problemanya mungkin jadi salah satu masalah yang cukup perlu di perhatikan.. Baik dari segi penampilan,, segi pergaulan,, dan lain sebagainya.. Jika kita bernostalgia sedikit dizaman saat kita masih kecil dulu,, kehidupan para remaja yang kita lihat dan kita ketahui belumlah sehebat dan semodern zaman skarang.. dimana dulu para remaja (terutama di desa) masih banyak yang berkumpul di mesjid maupun di tempat2 yang berbau pendidikan.. Namun perbandingan saat ini menyatakan jauh perbedaan,, remaja sekarang malah lebih cendrung di tempat2 yang sepi dengan tujuan yang lain dan ditempat rame dengan maksud dan tujuan yan lain pula.. Bermacam macam tingkah remaja sekarang hingga banyak menimbulkan huru hara yang sulit untuk diselesaikan..
Berbicara soal remaja memang berbicara tentang keindahan,, sehingga orang orang berkata masa remaja adalah masa yang paling indah,, masa yang penuh dengan taburan bunga,, penuh dengan canda dan tawa, serta penuh dengan tantangan,, dimana gejolak hasrat dan keinginan serta didukung oleh kemampuan yang masih memadai dan fisik yang kuat menjadi salah satu benteng terkokoh dalam mewujudkan suatu tujuan.. tingkat percaya diri yang masih menjanjikan membuat kaum remaja sering merasa benar dan tak mau disalahkan hingg pada akhirnya timbullah sifat2 egois bagi pribadi remaja tersebut.. Dan bagi orang yang tidak mampu menguasai itu,, maka akan memberikan kesulitan baginya untuk menjalani langkah selanjutnya yakni untuk menjalani masa depan yang lbih baik.
Dan satu hal yang paling pokok yang tak mungkin terlewatkan dalam masalah remaja adalah masalah CINTA. Hmmmm,, sesuatu yang sangat indah dalam hidup remaja.. Memang sih,, cinta bukan hanya dalam kehidupan remaja saja,, setiap saat cinta itu pasti ada,, namun cinta disini memiliki arti yang sangat luar biasa. Kita pribadi mungkin tidak bisa memberikan arti uang mendetail tentang pengertian cinta itu,, sebab,, bermacam orang yang diserang virus cinta bermacam pula yang gejala keindahan yang dirasakn.. Jadi apa sih cinta itu..? Akan banyak jawaban. Namun yang pasti cinta itu merupakan 2 unsur yang dihimpun menjadi 1,, yakni unsur bahagia dan unsur kecewa / sakit hati..
Unsur yang pertama atau unsur bahagia jelas terdapat dalam cinta.. Tidak jarang kita menemui orang yang sedang jatuh cinta menuai nilai yang positive dalam kehidupannya.. cinta juga terkadang menimbulkan semangat yang luar biasa.. Berkorban mati2an demi menuruti permintaan sibuah hati belahan jantung.. Berkorban mati2an dan berkata yang penting engkau bahagia pasti aku juga ikut bahagia.. Artinya memberikan dinamika untuk memberikan yang terbaik terhadap orang yang dicintainya.. Namun terkadang jika kita kaji lebih mendasar lagi,, mengapa pemberian itu hanya kita berikan kepada orang yang tertentu..? Mengapa kita berkorban kepada orang yang hanya kita harapkan sesuatu darinya..? Sementara kepada orang2 yang jelas2 tidak mampu kita malah sering menutup mata dan pura pura tidak tau.. Berkorban kepada orang tertentu sementara orang yang benar2 membutuhkan pertolongan kita malah sering acuh tak acuh,, tidak kita hiraukan bahkan mungkin ada yang menghina,, mencaci dan lain sebagainya.. Mengapa remaja seperti itu… mengapa..? Memberikan kebahagiaan terhadap kekasih dengan cara makan direstoran mahal sementara ada perut yang melilit karena kelaparan dan tak sanggup lagi berbuat apa apa.. Bukankah remaja adalah generasi bangsa,, yang artinya mesti menjaga dan mengasihi masyarakat seluruhnya dalam bangsa ini..? Janganlah kita lupa akan kewajiban kita terhadap bangsa hanya karena kita hendak berkorban terhadap 1 orang saja.. Jika kamu mencintai dia,, apakah kamu tidak mencintai bangsa ini..? apakah kamu tidak mencintai agamamu..? Jika cinta,, mengapa kamu tidak berkorban juga demi bangsamu..? Jika ya,, mengapa kamu tidak berkorban demi agamamu..? Bukankah Allah lebih mencintai anak muda yang bertaqwa dan berbudi pekerti dari pada orang tua yang bertaqwa.. Artinya apa..? Kita harus berbuat yang terbaik dari sekarang agar kita bisa lebih dicintai oleh Allah daripada nanti saat tua kita bukan lebih dicintai tapi hanya dicintai saja..
Kita tentu tidak menyalahkan orang2 ynag berkorban buat para kekasihnya,, sebab itu adalah sesuatu yang harus dilakukan juga,, sebab,, orang yang berani bercinta mestilah kiranya berani untuk berkorban juga.. Namun kita juga mesti menyadari bahwa cinta itu tidak dipatokkan, cinta itu bukan hanya kepada manusia saja,,, cinta itu bukan hanya untuk seorang saja,, namun cinta yang menyangkut keseluruhan.. Dan jika kita memang cinta,, maka berkorbanlah!!! Apakah itu korban tenaga,, harta,, kreasi dan lain sebagainya yang bisa memberikan kemaslahatan ummat manusia dan terlebih kemaslahatan agama kita..
Unsur yang kedua atau unsur kecewa juga jelas terdapat dalam bumbu percintaan. Setiap ada bahagia tentulah juga ada derita,, setiap ada tangis tentulah ada juga tawa, ada suka juga ada duka,, itu adalah lumrah dan memang itulah warna yang menjadikan keragaman yang membuat kehidupan jadi terasa semakin indah.. Cobalah berfikir sejenak jika seandainya kehidupan hanya diisi dengan tawa melulu,, canda melulu,, atau yang ada hanya tangisan saja,, duka saja,, tentulah hidup akan monoton dan tidak ada warna yang dapat kita nikmati..
Terlebih lagi Dalam kehidupan remaja sekarang ada istilah yang populer yaitu “GALAU”,, dimana penyakit ini kadang meradang dan bersemayam di tubuh orang yang patah hati maupun putus cinta.. Seperti yang kita perhatikan,, penyakit galau ini sering membuat para pengidapnya jadi lemah,, lesu,, loyo dan hilang semangat.. Yang difikirkan hanya mengapa.. Mengapa kau tega,, mengapa kau khianati,, mengapa kau tinggalkan dan mengapa kau sakiti mengapa mengapa dan mengapa..?
Saat syetan laknatullah memproklamirkan dirI sebagai makhluk yang akan menggoda manusia dari jalan Allah,, sejak saat itu juga dia mulai bekerja dan mengerjakan tugasnya kepada seluruh anak cucu Adam,, sebab karena Adamlah salah satu penyebab yang membuat dia keluar dari syurga.. Dan syetan akan semakin mudah masuk dan menggoda targetnya yang fikirannya sedang kosong atau juga orang yang berangan2 “mengapa” ATAU yang kita sebut galau.. Sehingga fikiran yang kosong akan mudah timbul jalan pintas yang dianggap pantas,, maka terjadilah penganiayaan diri sendiri.. Bukankah kita perhatikan,, berapa banyak kasus bunuh diri lantaran tidak sanggup menerima kenyataan hidup. Berapa banyak yang harus berpaling kedalam lembah maksiat karena tidak sanggup menerima penderitaan hidup.. Ada yang gantung di kamar mandi.. ada yang loncat dari atas jembatan,, gedung gedung bertingkat,, ada yang berpaling meminum minuman keras untuk menghilangkan rasa galau atau stress katanya,, ada yang menjadi wanita penghibur sebab terlalu sering disakiti oleh lelaki katanya,, bermacam macam kasus yang memilukan hanya karena tidak sanggup dan tidak pandai memahami arti sebuah keputusan dan kenyataan.. Alangkah menyedihkan,, jika kita sebagai remaja harus terkungkung dalam kehinaan hanya karena wanita atau lelaki.. Yang hanya karena diputuskan oleh orang yang kita cintai kemudian kita herus menyiksa diri sendiri,, menjerumuskan diri sendiri bahkan sampai membunuh diri sendiri.. Ini tidak benar dan agama jelas jelas mengharamkan itu.. Rasulullah SAW megatakan bahwa salah satu dosa yang paling besar adalah membunuh diri sendiri,, Allah mengatakan bahwa menganiaya diri sendiri adalah dosa.. Apa yang kita fikirkan sehingga hanya karena manusia yang kita cintai kita harus menentang ajaran Allah..? Apa yang kita fikirkan sehingga kita menghiraukan larangan Allah.. Bukankah Allah adalah tempat pengaduan yang paling layak buat kita..? Bukankah Allah adalah yang pantas menghakimi kita..? Mengapa kita harus menghakimi diri sendiri dengan hal yang salah..? Mengapa kita harus menyiksa diri sendiri sementara kita adalah makhluk yang diciptakan..?
Saudaraku,, biarlah berjalan seperti seharusnya.. biarlah berlalu sebagaimana mestinya,, jangan biarkan jalan pintas mengotori fikiranmu.. Kita bukan menyalahkan orang yang galau,, bukan.. Karena itu memang bumbu kehidupan. Namun jika galau malah memberi dampak yang negative buat kita,, tentulah itu juga bukan hal yang baik.. Dan kita harus menghindarkannya.. Allah menjadikan manusia bersuku suku dan berbangsa bangsa,, dengan tujuan agar mereka saling mengasihi.. Seperti yang telah dikatakan,, bahwa hidup memang berpasang2an,, dan Allah menjadikan itu agar kita dapat mengambil hikmah dari setiap keadaan yang kita hadapi.. Orang akan mengerti pentingnya sehat setelah dia merasakan sakit,, maka pergunakanlah sehat itu dengan sebaik2nya dan bersyukurlah walaupun dalam keadaan sakit karena kita telah diajarkan mengetahui pentingnya saat sehat. Maksudnya,, saat masih bersamanya maka jagan sia2kan dia,, dan setelah putus atau berakhir maka syukuri saja,, sebab dia telah memberikan kita keindahan sebelum kita merasakn rasa kecewa yang kita alami kini.. Dan yang selanjutnya,, bersikaplah sewajarnya. sebab kata Nabi:
“Cintailah seseorang itu sekedarnya saja,, sebab siapa tau besok dia akan jadi musuhmu.. Dan bencilah seseorang itu sekedarnya saja,, sebab,, boleh jadi besok dia akan menjadi orang yang kau cintai..
Cinta sekedarnya dan bencilah sewajarnya.. Cukuplah problema yang sudah sudah menjadi pelajaran bagi kita,, menjadi jalan bagi kita untuk mengambil hikmah akan arti kehidupan.. Dan bersyukur serta bertawakkallah kepada Allah semoga kita menjadi orang yang tangguh dan kuat untuk menjalani kehidupan ini.. Menjalani dengan penuh kesabaran dan keyakinan.. Wassalam

Baca lebih lanjut

JANGAN KAU SAKITI,, MEREKA ITU ORANG TUAMU..!!!

JANGAN KAU SAKITI,, MEREKA ITU ORANG TUAMU..!!!
””””””””””””””””””””””””””””””””””

          Akan kita awali dengan sebuah kisah..
          Suatu hari, ada seorang sahabat yang bertanya kepada Rasulullah SAW.. Katanya: Adakah yang lebih disayang oleh Allah selain engkau Ya Rasulullah..? Rasul Menjawab: Ada.. Kemudian sahabat itu kembali bertanya: Siapa kiranya gerangan orang itu dan mengapa Allah lebih menyayanginya sementara engkau adalah seorang Nabi pilihan..? Rasul menjawab: Dia adalah Salman Al Farizi.. Dia terlahir dari keluarga yang kurang mampu.. Namun saat itu,, ibunya ingin menunaikan haji sementara ibunya itu sudah tidak sanggup lagi berjalan.. Kemudian berkat kesyukuran dan rasa cinta Salman Al Farizi terhadap ibunya,, dia bersedia menggendong ibunya dari Madinah Ke Mekkah,, berhari hari menelusuri padang pasir yang luas hingga kulit punggungnya hampir seluruhnya terkelupas..
Subhanallah,, maha suci Allah yang memuliakan Salman Al Farizi dengan cintanya terhadap seorang ibu yang sudah renta yang dia punya..
Ibu,, itulah yang sering menjadi rengekan kita saat kita masih kecil dulu.. Saat kita menghadapi kesusahan,, saat kita mendapatkan usikan dari teman teman,,ibu adalah inisiatif terakhir yang menjadi tempat kita mengutarakan isi hati untuk mengadu.. Dan itu adalah instink lahiriah yang bukan kita buat2.. Namun disini kita bukan membahas tentang seorang ibu saja namun lebih mendekatkan kepada pembahasan tentang orang tua..
         Saudara,, Masa telah berganti dengan masa.. Roda zaman dengan tanpa kita sadari telah bergulir menuju zaman yang baru yang lebih menjanjikan keindahan dan kebebasan.. Perputaran waktu silih berganti menuntun kita menikmati hari demi hari,, bulan demi bulan bahkan tahun demi tahun.. Tidak terasa rengekan yang dulu selalu kita bermanja dengan ibu dan ayah kita mulai enggan dan bahkan tidak pernah kita lakukan.. Yang dulunya kita selalu memeluk ibu dengan sikap yang penuh kasih sayang,, kini hanya tinggal menjadi bahan cerita yang tak pernah kita ulangi lagi.. Dan wajar karena memang kita bukan anak mami yang selalu bersifat kekanak kanakan dan tidak pula mengenal kedewasaan..
       Namun jika kita perhatikan lebih seksama tentang jasa dan pengorbanan orang tua kita,, tak salah jika Allah begitu sangat memuliakan mereka hingga menjadi tingkatan yang kedua dari beberapa ayat Al Qur’an.. Seperti Surah Al Luqman ayat 14,, surah Al Isra’ ayat 23-24.. Sehingga Nabi juga mengatakan bahwa salah satu dosa yang paling besar adalah Durhaka kepada kedua ibu dan bapak.. Mengapa..?
Lihatlah orang tua dalam membutuhi kehidupan kita saat masih kecil dulu misalnya,, pergi pagi pulang petang dengan penuh harapan semoga kiranya hari ini bisa mendapat rizqi untuk anakku..  Kaki dikepala-kepala dikaki hanya untuk memberikan kebutuhan kita yang seolah olah dia tidak memikirkan kebutuhan dirinya sendiri.. Seorang ayah rela mengorbankan tenaga yang tidak terhingga bahkan sampai kadang sakit dalam sekujur tubuhnya.. Namun sadarkah kita, bahwa jika sepulangnya ayah dari kerja, yang diperhatikannya bukanlah hal lain namun “apakah anakku baik2 saja..? Apakah dia sehat2 saja..? Sementara yang sebenarnya tengah terjadi adalah tubuhnya sakit dan lelah hanya untuk kita agar tetap dalam keadan baik2 saja.. Adakah orang yang bisa berkorban seperti itu terhadap kita selain mereka..? Bersusah payah dia menancapkan tunas dipelataran bumi ini dengan harapan agar nantinya kita dapat menikmati hasil jerih payahnya itu dihari kemudian.. Bersusah payah dia menjajakan jasa agar kiranya kita dapat menikmati makanan, pakaian danfasilitas lainnya seperti orang lain. Tak dihiraukan terik panas mentari maupun curahan air hujan yang senantiasa membasahi tubuhnya dengan keringat atau kedinginan.. Dan niat yang tersirat dalam lubuk hatinya adalah “semoga dengan ini kiranya anakku bisa berguna dihari kemudian”.. Adakah yang lebih pantas kita hormati di dunia ini selain mereka yang telah memberikan pengorbanan yang tak terhingga itu..?
Kemudian kita melihat kembali pengorbanan seorang ibu, yang dengan kasih sayangnya selalu meberikan bimbingan yang baik, selalu memberikan kasih sayang yang tulus yang menjadikan kita merasa  hidup dengan kenyamanan.. Sejak mulai kita didalam kandungan, sejak saat itu pula jika kita berfikir sebenarnya kita telah memberikan kesusahan yang sangat teramat susah bagi ibu kita.. Sembilan bulan kita dikandung dan dirawat dengan penuh kehati hatian, tak bisa bebas untuk bergerak dan sesak menjadikannya lemah dan kadang merasa perih.. Makan tak enak tidur tak nyenyak, selalu membawa beban yang tak pernah ia tinggalkan walau sebentarpun juga.. Kemudian tiba saatnya melahirkan kita kedunia dengan pengorbanan dan perjuangan hidup atau mati.. Mengerahkan seluruh tenaga yang ia miliki padahal sebenarnya sudah tidak banyak tenaga lagi dengan beban selama sembilan bulan.. Namun ketika lahir, senyuman yang terurai dibibirnya, pancaran kebahagiaan yang berbinar terlihat dimatanya, rasa gembira yang tak terhingga melihat kita tergolek manis disampingnya, diciumnya kita dengan rasa bangga dan syukur yang sangat dalam..

Beranjak dari itu, setelah kita terlahir, kita kembali membrikan kesusahanyang panjang terhadap ibu kita, kalau sebelumnya kita menyusahkannya hanya selama 9 bulan saja, namun kali ini kesusahan yang kita berikan semakin lama lagi yakni sampai 2 tahun. Coba kita bayangkan sejenak, jika kita merawat anak orang lain atau kaum jompo selama 2 tahun tanpa gaji, apa kita sanggup..? Namun begitulah kenyataan yang kita berikan selama bayi saja terhadap ibu kita. Dan jangankan digaji, malah kita meminta darah darinya dengan air susu yang setiap hari tak terhingga dan nyatanya kita tak pernah dapat membalasnya. Adakah dia mengeluh karena kita..? Sekali kali “tidak”.. Malah yang terucap dari lubuk hatinya adalah do’a yang senantiasa menyertai kita agar kita terhindar dari marabahaya dan segala hal yang akhirnya dapat menyusahkan kita.. Adakah yang lebih pantas kita hormati di dunia ini selain mereka yang telah memberikan pengorbanan seperti itu..?
         Kenyataan telah menjawab pertanyaan itu dengan salah dan bertentangan. Dimana mana saja di bumi ini, banyak anak yang mendurhakai orang tuanya, tidak menunjukkan rasa hormat dan rendah hati namun malah congkak dan tak tau diri. Kecenderungan seorang anak pada nilai nilai kebebasan yang ditawarkan oleh kehidupan menjadikan nasehat dan teguran dari orang tua hanya menjadi nyanyian burung dipagi hari, saat pagi berlalu nayanyian itu hilang tak berbekas. Dan yang paling memilukan, banyak kita anak remaja khususnya yang tega membentak dan mencaci maki orang tua,, arahan dan ajakan yang orang tua berikan seolah menjadi boomerang penghalang niat dan kemauan kita. Padahal sebenarnya tujuan yang terkandung didalamnya menyatakan karena orang tua amat sangat menyayangi kita. Kita membalas segala pengorbanan yang telah mereka berikan tanpa pamrih dan tanpa kenal lelah dengan ocehan yang menyakitkan hati mereka, menentang apa yang mereka perintahkan, mengolok olok mereka dengan tiada merasa sedikitpun rasa berdosa. Dan yang terlebih memilukan dan sekaligus memalukan, ada anak yang rela mendzalimi orang tuanya dengan perbutan memukul, menunjang dll.. Kita mendengar ada anak yang menunjang orang tuanya yang sedang sholat karena tidak diberikan uang yang dimintanya hingga orang tua tersebut rubuh dari sholatnya.. Ya Allah, apa salah orang tua itu..? Mengapa tak engkau hormati..? Apakah kamu sudah pernah berusaha membalas semua pengorbanannya yang dulu sehingga kamu berani menuntut permintaanmu yang sekarang..? Apakah kamu sudah berusaha memberikan kebahagiaan yang cukup terhadap mereka sehingga kamu harus memberikan perlakuan yang hina seperti itu..? Apakah kita sudah membalas semua kelembutan mereka sehingga kita harus membentak dan mengocehi mereka..? Apakah kita sudah membalas semua kasih sayang mereka sehingga kita bersikap angkuh dan acuh tak acuh terhadap mereka..? Dan apa yang sudah kita lakukan terhadap mereka..? Jika tanpa Rahmat Allah dan tanpa kasih sayang dari mereka sesungguhnya engkau takkan pernah ada dimuka bumi yang engkau sanjung sanjung ini.
          Saudaraku, alangkah ironi kenyataan hidup ini, baik yang seharusnya dibudidayakan malah buruk yang permanen dalam kehidupan. Kita lebih cenderung mengecap kebahagiaan yang bersifat temporer dari pada mengosumsi kebaagiaan yang kekal dan abadi. Kita tau bahwa orang tua adalah salah satu faktor kesuksesan di dunia terlebih lebih di akhirat. Namun nyatanya yang sering kita praktekkan, orang tua hanya menjadi symbol kelengkapan keluarga namun hak kita sebagai anak tak bisa kita bukti dan baktikan dengan sebenar benarnya. Orang orang berkata: “Setiap kita belum tentu orang tua, tapi setiap kita sudah pasti seorang anak”.. Namun sayangnya, yang kita lihat adalah, pengorbanan orang tua tetap lebih banyak dan lebih tak terhingga dari pada bakti anak terhadap orang tua.  Andaikan kita memberikan tumpukan emas sebesar gunung uhudpun, mungkin tak dapat membalas segala kebaikan dan keikhlasan yang mereka berikan terhadap kita. Tetapi disamping itu juga, andaikan harta sebanyak apapun tak bisa membalas kebaikan mereka, bukan lantas kita harus berhenti dan menyerah untuk berbuat baik, apalagi sampai kita harus mendurhakai dan menyakiti mereka, namun tetaplah berikan kebaikan dan tebarkan senyum di wajah mereka, karena yang sebenarnya mereka harapkan bukanlah harta kita, bukanlah pangkat kita, bukanlah jabatan kita. Namun yang paling mereka harapkan adalah, kita dapat menjadi anak yang berbakti dan berguna terlebih lebih agar kita dapat memberikan pensiunan pahala kelak buat mereka jika kelak mereka telah meninggalkan kita untuk selamanya.. Rasulullah SAW bersabda:
“Ketika anak Adam mati maka terputuslah segala amal ibadahnya kecuali 3 perkara. Shodaqoh Jariyah, Ilmu yang bermanfa’at dan Anak yang sholeh yang mendo’akan orang tuanya..
         Maka dari itu,, janganlah kau sakiti mereka,, Ingatlah,, mereka itu orang tua mu. Orang tua yang telah mati2an memperjuangkan kehidupanmu, yang telah mengorbankan segala daya dan upaya demi untuk sibuah hati belahan jantungnya yaitu KAMU.

Semoga bermanfaat dan saya memohon maaf atas segala salah dan kekurangan.
Wassalamu ‘Alaikum WR WB

Baca juga post Tempatkan pada tempatnya

Ingatlah.. Semua Ada Batasannya

JANGAN LUPA DATARAN DAN JAGAN LUPA DARATAN.
”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

Pesan malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad yang sekaligus juga pesan kepada kita semua.. Katanya:
“Ya Muhammad (Wahai Ummat Muhammad),, Hiduplah sesuka kamu,, Tapi jangan lupa Kau pasti akan mati..
Dan cintailah apapun yang ingin kau cintai,, tetapi jangan lupa kau pasti akan berpisah dengannya..
Dan berbuatlah semaumu,, namun jangan lupa kau pasti akan mendapatkan balasannya..

      Ada 3 pesan moral yang terkandung didalam nasehat ini,, yang mana kita bebas melakukan apapun di dunia ini,, namun kita juga disuruh untuk selalu melihat batasan batasan yang megontrol segala perbuatan kita..
Pesan moralnya Jibril mengatakan:
Ya Muhammad, Hiduplah sesuka kamu, jalani hidup ini bagaimanapun yang engkau mau. Mau menjalaninya dengan hura hura,, menjalaninya dengan berfoya foya,, menjalani dengan meninggalkan suruhan Allah dan mengerjakan Larangan Allah,, silahkan,, tapi jangan lupa kau pasti akan mati..
Cintailah apapun yang ingin engkau cintai,, mau kau cintai anakmu silahkan,, mau kau cintai hartamu tafadhol, mau kau cintai pangkatmu,, mau kau cintai jabatanmu, kau cintai istrimu, persilahkan.. Tapi jangan lupa kau pasti akan berpisah dengannya..
Dan berbuatlah engkau semaumu,, namun jangan lupa kau pasti akan dimintakan pertanggung jawabannya.. Silahkanlah menganiaya orang lain,, silahkanlah menipu orang lain,, silahkan mengadu domba orang lain, silahkan dan dipersilahkan.. Namun kau jangan lupa batasanmu bahwa kelak kau akan dimintakan pertanggung jawaban dari semua perbuatanmu itu..

Mungkin inilah yang sering dikatakan kepada kita bahwa:
“Beribadahlah kepada Allah tergantung sebesar apa hajatmu kepada-Nya,, namun jika kau tak mempunyai hajat kepada Allah,, maka janganlah beribadah..

Maksud daripada perkataan ini bukanlah penganjuran kebebasan terhadap kita, bukan.. Namun maksudnya ialah, jika kita memang mempunya hajat untuk terhindar dari neraka, jika kita mempunyai hajat untuk masuk kedalam syurga-Nya, jika kita punya hajat ingin mendapatkan Rahmat dan Hidayahnya,, maka beribadahlah sesuai hajatmu.. Namun tinggalkanlah ibadahmu jika engkau tak mempunyai hajat dari semua itu.. Dan sejak zaman batu sampai zaman dua ribu ini,, semua orang pasti ingin masuk ke dalam syurga dan terhindar dari neraka.. Tak terkecuali itu pencuri,, penyopet,, penipu dan lain sebagainya..

Barakallah
Wassalamu ‘Alaikum WR WB

~ BRRCANDALAH Sesuai Syariat !!…~

Canda merupakan kebutuhan yang lahiriah.. Karena Rasul juga bercanda dalam beberapa hal..

Ummu Yasir|Syahrul|Hasna|Khansa|Tazkiya

BERCANDALAH Sesuai Syariat.

image

Assallamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh…
BismillahirRahmanirRahim…

Siapa Sih yang tidak suka bercanda? hampir semua orang suka..Rasulullah saw pun juga demikian.
Abu Hurairah RA pun menceritakan, para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai, Rasullullah! Apakah engkau juga bersendau gurau bersama kami?” Maka Rasulullah SAW menjawab dengan sabdanya, “Betul, hanya saja aku selalu berkata benar.”(HR.Ahmad)


Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan ketika bercanda.
(1) LURUSKAN TUJUAN yaitu bercanda untuk menghilangkan kepenatan, rasa bosan dan lesu, serta menyegarkan suasana dengan canda yang dibolehkan. Sehingga kita bisa memperoleh semangat baru dalam melakukan hal-hal yang bermanfaat.


(2) JANGAN MELEWATI BATAS. Sebagian orang sering berlebihan dalam bercanda hingga melanggar norma-norma. Terlalu banyak bercanda akan menjatuhkan wibawa seseorang.


(3).KENALI LAWAN CANDA.Terkadang ada orang yang bercanda dengan seseorang yang tidak suka bercanda, atau tidak suka dengan canda orang tersebut. Hal itu akan menimbulkan akibat buruk. Oleh karena itu, lihatlah dengan siapa kita hendak bercanda.


(4) BERDUSTA DALAM…

Lihat pos aslinya 118 kata lagi

Tempatkan Pada Tempatnya

     Terkadang hidup memberikan banyak pilihan yang membuat kita bingung untuk memilihnya.. Memberikan cara yang pintas namun akhirnya menjerumuskan kita kedalam lembah yang tanpa kita sadari kita telah menggali lobang yang dalam untuk kita tempati.. Bermacam macam pilihan itu,, ada yang baik namun tak sedikit pula yang buruk.. Ada yang indah namun tak jarang juga bercorak suram dan membosankan.. Setiap hari,, manusia yang merayap dimuka bumi ini ditantang untuk memilih antara baik atau buruk,, indah atau suram,, cantik dan jelek,, semua menawarkan pilihan..

     Namun dalam hal ini, entah karena tak sanggup memilah dan memilih atau karena terlalu banyak pilihan, membuat manusia akhirnya banyak yang salah pilih.. Madu yang sebenarnya harus di konsumsi malah racun yang diteguk.. Halal yang seharusnya di nikmati malah haram yang diminati.. Baik namun akhirnya buruk menjadi jadi,, banyak sekali kita yang salah pilih dengan penawaran yang beragam dan bermacam macam..

    Perhatikanlah sekarang ini, karena salah pilih akhirnya banyak yang mengalami kekecewaan di penghujungnya.. Akibat salah pilih banyak yang teluka perasaannya.. Dan yang paling mengkhawatirkan adalah banyak pilihan yang mendustai.. Mereknya madu namun isinya adalah racun.. Gambarnya indah namun isinya tak serupa.. Dan ini juga menjadikan kita semakin sering salah pilih..

    Namun apapun itu,, semuanya adalah kenyataan yang sudah sulit untuk kita bedakan.. Yang pasti,, apapun pilihan kita berusahalah untuk selalu menempatkannya pada tempatnya dan pada waktu yang seharusnya..

    Seorang muslim yang baik,, tentulah kiranya menjaga harga diri dan kehormatan. Baik di dalam masyarakat umum maupun dalam lingkungan antar keluarga dan antar rukun tetangga.. Menjaga harga diri dengan artian yang lebih khusus adalah,, menuruti segala yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala yang dilarang-Nya.. Janganlah kita menggunakan kata kata yang buruk padahal jilbab lebarnya 17cm,, janganlah kita mengumbar aurat padahal kita seorang muslim,, janganlah kita nyekik botol minum2an keras padahal kita bersyahadat,, janganlah kita mengadu domba sementara islam adalah agama yang damai,, inikan tidak menempatkan pilihan pada tempat yang pantas artinya..  Maksudnya yang lebih simple adalah jangan taruh topi di kaki dan sepatu dikepala..

   Yang kemudian tempatkan pilihan itu pada waktu yang tepat.. Dengan artian jangan menempatkan segala sesuatu dengan tidak melihat sekitar kita.. Saat kita didepan umum,, gunakanlah fashion yang islami yang tidak mengundang hasrat birahi orang lain.. Bagi remaja,, gunakanlah tutur kata yang lembut terhadap orang tua,, sesama remaja,, anak anak dan lain sebagainya.. Jika kita menggunakan jilbab hanya dalam rumah saja,, sementara di depan umum pake pakaian yang kurang benang jaitan.. Dan saat didepan penguasa kita bicara lemah lembut,, sementara dalam masyarakat bandelnya bukan main.. Inikan artinya juga tidak menempatkan pilihan pada saat dan waktu yang tepat.. Atau yang lebih sederhana adalah,, menggunakan dasi dan jas serta sepatu yang mengkilat saat hendak masuk ke wc.. Farfum juga wangi,, tapi jika dibuat jadi pewangi makanan maka akan batal fungsinya sebagai farfum yng seharusnya.. Namun sebaliknya,, terasi juga wangi,, tapi jika dipake saat sedang mejeng maka akan tutup hidung orang disekitar kita.. Jadi,, gunakanlah farfum dibaju dan terasi saat makan..

 Demikianlah sekelumit pandangan saya,, semoga kiranya bermanfaat.. mohon maaf dan terima kasih..

wassalam